Selamat Datang di Blog Nunukan Zoners Community - Media Komunikasi Informasi Masyarakat Nunukan

Mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok.

Anda bisa, jika Anda berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa. Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah masuk akal.

Menuliskan tujuan akan sangat membantu dalam menjaga alasan melakukan sesuatu.

Tampilkan postingan dengan label Pertahanan dan Keamanan Wilayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertahanan dan Keamanan Wilayah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Maret 2009

130 Marinir ke Ambalat

Nunukan Zoners Community Surabaya : Komandan Brigif-1 Marinir, Kolonel Marinir K. Situmorang, di Surabaya, Kamis, melepas 130 prajurit dari Pasmar-1 yang bertugas ke Ambalat. Pada pelepasan dengan menggunakan KRI Teluk Penyu-513 itu, Komandan Brigif-1 mengingatkan pasukan tersebut nantinya akan berada di bawah kendali operasi Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmatim. "Bagi prajurit Korps Marinir, tugas adalah suatu kepercayaan, sekaligus amanah, sehingga harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab oleh seluruh anggota satgas," katanya. Seperti satgas sebelumnya, katanya, seluruh personel Satgas Ambalat akan ditempatkan di Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia. "Dengan posisi seperti itu, maka sewaktu-waktu mereka bisa digerakkan dengan lebih cepat ke lokasi pengamanan," katanya. Sebelum dilepas, satgas tersebut sempat ditinjau oleh Komandan Guspurla Koarmatim, Laksma TNI R. M. Harahap di atas KRI Teluk Penyu-513 yang berada di Dermaga Madura, Ujung, Surabaya. Penyerahan anggota satgas tersebut nantinya akan dilakukan oleh Letkol Marinir Firman Johan ke Guspurla di Nunukan Kalimantan Timur. Pasukan tersebut selanjutnya akan melaksanakan tugas selama kurang lebih enam bulan.Ke 130 personel Marinir yang ditugaskan itu terdiri dari 106 personel dari Brigif-1, 13 personel dari Resimen Bantuan Tempur (Menbanpur)-1, tujuh personel Intai Amfibi (Taifib), dan empat orang dari Detasemen Markas Pasmar-1. Pasukan yang dipimpin oleh Kapten Marinir Budi Santosa itu akan menjaga wilayah perbatasan RI itu agar tidak lepas ke negara asing. (Ant)

Baca Lebih Lengkap Artikelnya....

Senin, 02 Maret 2009

Pindad Serahkan 20 Panser ke Dephan

Pindad Serahkan 20 Panser ke Dephan

Nunukan Zoners Bandung-PT Pindad menyerahkan 20 panser 6 x 6 kepada Departemen Pertahanan (Dephan). Dengan demikian, sisa panser yang akan diserahkan pada tahap kedua sebanyak 130 panser. Penyerahan secara simbolis dilakukan Direktur Utama (Dirut) PT Pindad Adik Afianto Sudarsono kepada Direktur Jendral (dirjen) Strategi Pertahanan (strahan) Marsekal Madya (Marsda) Eris Heriyanto di Bandung, Jumat (27/2) pagi. Adik mengatakan, 20 panser yang diserahkan tersebut merupakan realisasi dari pesanan yang diajukan oleh Dephan pada Juni 2008 lalu. Total pesanan sebanyak 150 unit panser jenis 6 x 6 dan jenis intai 4 unit. “Ini berawal dari kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tahun 2007,” katanya. Menurut Adik, penyerahan 20 unit ini merupakan momentum penting untuk menumbuhkan kepercayaan serta motivasi dalam menggunakan produk dalam negeri untuk pertahanan negara. Karena itu, Pindad berharap, Dephan dan Mabes TNI ke depan tetap mempercayakan PT Pindad untuk pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) lainnya. Sementara itu Eris menambahkan, produksi 20 panser tersebut merupakan produksi tahap pertama dari dua tahap yang telah ditetapkan. Diharapkan, sisa material kontrak yang selanjutnya tidak terlalu lama untuk direalisasikan guna mendukung tugas TNI Angkatan Darat (AD). Ke depan, kata Eris, Dephan akan mempersiapkan upaya dalam rangka mendukung kemandirian alutsista. Dephan akan menyiapkan perangkat lunak dan menggunakan produksi dalam negeri. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan alutsista dari luar negeri. Dalam kesempatan ini, Eris mengatakan, panser buatan Pindad ini sudah lolos uji verifikasi. Verifikasi itu dilakukan pada dokumen uji kesesuaian maupun uji kelaikan dan secara fisik statis maupun dinamis. Adapun untuk pengadaan 130 unit panser lainnya diharapkan akan selesai pada tahun 2009 dan 2010. Namun, pengadaan tersebut sangat tergantung dengan kondisi keuangan negara. “Untuk mendukung kebijakan pemerintah untuk memprioritaskan produk dalam negeri, maka kami meminta agar PT Pindad meningkatkan kualitasnya, dan menumbuhkan industri kebanggaan bangsa yang mampu bersaing dengan produk-produk luar negeri,” kata Eris. Biaya talangan (financing) pembuatan 150 unit panser APS itu berasal dari Bank Mandiri, BNI 46 dan BRI. Satu unit panser APS buatan Pindad harganya Rp 5,5 miliar, sedangkan buatan Prancis seharga Rp10 miliar. Panser APS-2 6X6 memiliki dimensi 6000x2500x2500, berat 11/14 ton, kecepatan 90 km/jam, dengan radius putar 10 meter, dan daya tanjak 31 derajat. Persenjataannya kaliber 7,62 mm dan 12,7 mm (infantri) serta AGL 40 mm (kavaleri). Perlengkapan khususnya adalah alat penglihatan malam dan winch 6 ton. Untuk alat komunikasi terdapat intercom set plus VHF/FM (anti jamming dan hopping) serta GPS. (tutut herlina)

Baca Lebih Lengkap Artikelnya....

Sabtu, 28 Februari 2009

Kumpulkan Kepala Daerah, TNI Bahas Isu Binter di Bali

Kumpulkan Kepala Daerah,
TNI Bahas Isu Binter di Bali


Nunukan Zoners Denpasar - TNI akan menggelar seminar nasional tentang pembinaan teritorial (Binter) untuk mencari konsep dan gagasan baru terkait hal tersebut. TNI juga akan mempertegas sikap netralitasnya dalam pemilu 2009 kepada rakyat. Seminar ini bakal dihadiri seluruh kepala daerah mulai dari gubernur hingga bupati/walikota di seluruh tanah air yang diundang Mabes TNI di Universitas Udayana, Denpasar, pada 26 Februari 2009. Seminar itu bertema 'Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Melalui Pembinaan Teritorial Bersama Seluruh Komponen Bangsa dalam Rangka Mendukung Kepentingan Nasional'. Hal ini disampaikan Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen Hotmangaradja Pandjaitan dalam jumpa pers di Makodam, Jl Udayana, Denpasar, Selasa (24/2/2009). TNI juga menyatakan siap menerima usulan, dan konsep baru perihal pemninaan teritorial. "Pada masa lalu konsep binter digunakan untuk kepentingan pemerintah," katanya. Ia menegaskan bahwa TNI akan bersikap netral pada pemilu 2009. "Kita juga akan mempertegas komitmen netralitas TNI tidak terlibat politik praktis," kata Pangdam. Pangdam juga menegaskan, bila kegiatan mengundang seluruh kepala daerah itu terkait penyelenggaraan Pemilu 2009. Pasalnya, seminar ini sudah dijadwalkan beberapa bulan sebelumnya oleh Mabes TNI. Mabes TNI menggandeng Universitas Udayana, hal ini terlihat dari penggunaan Kampus Unud di Jimbaran, Badung, sebagai tempat penyelenggaraan seminar itu. Rektor Unud Prof Dr I Made Bakta menyatakan akademisi punya kewajiban moral dalam konsep pembinaan teritorial untuk membantu membangun pertahanan nasional, terutama menyangkut pemberdayaan masyarakat madani. Kepala Staf TNI AD Jenderal Agustadi Sasongko akan menjadi pembicara kunci dalam seminar itu serta dari kalangan akademisi. (gds/ndr)

Baca Lebih Lengkap Artikelnya....

Pemain Illegal di Perbatasan Dilibas


Pemain Illegal di Perbatasan Dilibas
Sabtu, 11 Oktober 2008 10:02

Pasukan pengaman perbatasan (Pamtas) berkolaborasi dengan Kesatuan Operasi Daerah Militer (Kodim) 0911 Nunukan, gencarkan operasi penertiban oknum Warga Negara Indonesia (WNI) melakukan pelanggaran lintas batas. Daerah perbatasan Nunukan (Indonesia) – Tawau (Malaysia) tak bisa dipungkiri menjadi ladang ekonomi menguntungkan untuk perdagangan barang maupun manusia secara illegal. Tidak sedikit pelaku penyelundupan yang tiap hari mengeruk keuntungan dengan cara memperdayai situasi di garis batas negara tersebut. Nah, setelah beberapa dekade berselang kehadiran Pamtas di Nunukan tidak terdengar, kali ini benar-benar merupakan terobosan baru dan mengejutkan. Apalagi memang masih banyak pemain illegal yang berkeliaran di kawasan itu.Penangkapan oleh Pamtas sekaligus membuktikan bahwa tudingan adanya permainan antara oknum TNI dengan pemain illegal perbatasan adalah tidak benar. Dari catatan BONGKAR!, baru dua kesatuan Pamtas dan Dandim yang kompak menerapkan ketegasan terhadap sejumlah oknum pemain illegal di wilayah perbatasan RI-Malaysia, distrik Nunukan. Yaitu, Pamtas TNI asal Kalsel yang di pimpin Letkol Infantri Teguh bersama Dandim 0911 yang dipimpin Letkol Infanti Budi Lukito serta Pamtas dan Dandim yang sekarang sedang bartugas, masing-masing dipimpin Letkol Infatri J Robert Giri dan Letkol Infantri Basri. Era pimpinan Teguh dan Budi Lukito, sejumlah kasus penangkapan illegal logging berhasil ditangani, sedangkan dua pimpinan TNI sekarang lebih agresif lagi sebab belum genap berusia enam bulan menduduki jabatan di perbatasan RI-Malaysia tercatat sudah empat kali penangkapan dan pemeriksaan kapal yang bermuatan barang-barang illegal milik pengusaha Nunukan dari dan tujuan Tawau, Malaysia bahagian Sabah. Tangkapan terakhir adalah penyelundupan BBM asal Serudong, Malaysia, melalaui darat di wilayah Desa Kanduangan, Nunukan Barat. Dalam operasi tersebut, Pamtas berhasil mengamankan barang bukti berupa minyak solar sebanyak 10 ton lebih atau sekitar 21 drum dan satu tangki penimbunan berkapasitas 6 ton berhasil diamankan TNI. “Kami berharap polisi bisa mengembangkan penyelidikan terhadap pelaku lainnya yang belum tertangkap,” ujar Danpamtas, Robert Giri. Dandim 0911 Nunukan Letkol Infantri Basri, mengungkapkan sudah saatnya seluruh aparat termasuk TNI menegakkan aturan yang benar di wilayah perbatasan RI-Malaysia tersebut tanpa pandang bulu. Pasalanya, menurut Parajurit kelahiran Makassar yang sukses bertugas di perbatasan RI-Malaysia, Sambas Kalbar ini mengaku sudah menerima laporan bahwa praktek penyelundupan barang-barang illegal di Nunukan termasuk daerah paling rawan diantara beberapa garis perbatasan lainnya. Dia juga mengungkapkan kondisi itu tercipta sebab tidak tegasnya aturan di laksanakan dan terdapat oknum aparat dan pemerintah bekerja sama dengan para pemain illegal di daerah itu. Ungkapan itu bukan tanpa alasan, sebab menurut Basri, paska penangkapan sejumlah kapal bermuatan barang-barang illegal, terdapat oknum pejabat Pemkab dan DPRD serta pemilik kapal yang mencoba membujuk atur damai dengan iming-imingan konpensasi uang kepada anggota TNI. “Tetapi saya tegaskan bawah jika ingin tidur nyenyak dalam berbisnis ikuti aturan yang berlaku dan jangan terbiasa melakukan pendekatan negatif ke aparat,” terang Basri. Dia juga mengindikasikan jika sejumlah lembaga dan oknum aparat lain terkait yang bertugas di Nunukan selama ini melakuan permainan dengan para pemain illegal. Sehingga penyelundupan barang dan jasa di wilayah perbatasan itu bisa bertahan dan tumbuh subur selama ini. Pengalaman dalam menindak para pelaku illegal, menurut Basri, para pelaku juga kerap menjual nama bupati dalam untuk meloloskan barang illegal. Salah satu contoh yang disebutkan Basri adalah tangkapan kapal yang memuat ratusan sak gula illegal milik HG. “Beberapa kali menemui kami agar barangnya dilepas dengan alasan sudah minta izin ke Bupati Nunukan. Saya bilang saya tidak perduli siapapun orang yang melanggar, kami tindak sesuai prosedur hukum,” terang Basri. Karena tindakan tegas Pamtas dan Kodim tersebut, tak ayal para pemain illegal menjadi ciut dan tak bisa berkutik. Berbagai isu untuk mempengaruhi psikologis masyarakat agar mendapat dukungan pun dilancarkan, salah satu isu yang dibangun para pemain illegal adalah mengkampanyekan kelangkaan barang sembako karena TNI gencar menangkap kapal barang pedangang. “Tapi itu isu yang dibuat-buat sebab keadaan sembako selama penangkapan tetap stabil,” tabah Basri. Barang-barang selundupan itu diperangi aparat TNI di lapangan, sebab selain merusak harga barang Sembako lokal, para pedagang ini juga tidak membayar pajak resmi kepada daerah, sehingga menurut TNI tindakan tersebut telah melanggar hukum dan sebagai pasukan penjaga perbatasan operasi penangkapan yang dilakukan masuk dalam aturan 14 kewenangan TNI, sesuai UU TNI tahun 2004 tentang penahanan di jalur perbatasan, diantaranya adalah mencegah dan menertibkan perdagangan lintas batas yang tidak resmi alias merugikan negara dan masyarakat. *sakir

Baca Lebih Lengkap Artikelnya....

LETKOL INF DRS. BASRI menjadi DANDIM 0911/NNK

LETKOL INF DRS. BASRI MENJADI DANDIM 0911/NNK
Oleh : Genaria Pandjaitan

03-Jul-2008, 05:51:04WIB


Nunukan Zoners : Bukan waktu yang pendek menjadi Komandan Kodim 0911/NNK selama 3 tahun. Itulah yang dirasakan Letkol Inf Taufik Budilukito, selama menjabat sebagai komandan sejak Kodim berdiri di Nunukan. Dalam pisah sambut Dandim 0911/NNK, Selasa (1/7) malam, ia didampingi istrinya Lely Taufik naik ke atas panggung menyampaikan pesan dan kesannya selama menjadi Dandim Nunukan. “Di samping tugas-tugas selaku pembina komandan kewilayahan, kami juga mendapat tugas tambahan, yakni pengamanan perbatasan”, kata Dandim. Pengamanan perbatasan tersebut dilakukan dengan peninjauan ke daerah perbatasan. Baik melalui laut dan udara menggunakan heli. “Pernah suatu saat bulan puasa hari pertama, saya diperintahkan untuk meninjau perbatasan bersama Danyon. Selama 3 hari berturut-turut naik heli, lama kelamaan jadi takut. Mungkin kalau saya tidak jadi Dandim di Nunukan, saya tidak pernah naik heli”, selorohnya. Pagi kemarin berangkat ke Jakarta dan bertugas di Mabes TNI Jakarta Sementara itu, Letkol Inf Drs. Basri yang menggantikan Taufik menjabat Dandim di Nunukan, menceritakan perjalanan tugasnya selama menjadi TNI AD. “Sebelum disini, saya lumayan lama keliling Kalimantan. Tahun 2004 saya bertugas di Balikpapan selama 2,5 tahun dan dilanjutkan menjadi Danyon yang harus menjaga perbatasan Kalimantan Barat sejauh 987 kilometer”, ungkap Letkol Inf Drs. Basri. Alumni Akmil 1989 ini juga mengaku tidak betah berada di belakang meja. “Selama jadi Danyon, saya duduk di meja kalau tanda tangan saja. Selebihnya tinjau perbatasan”, katanya yang sering diprotes dua putrinya, gara-gara 6 kali pindah tugas. Acara ini dihadiri oleh Wabup Kasmir Foret, Sekkab Zainuddin HZ, Ketua DPRD Ngatidjan Achmadi, pimpinan unsur Muspida dan vertikal, anggota TNI AD, serta pensiunan TNI AD Nunukan. (Pendam 6/Dispenad/Gnr)

Baca Lebih Lengkap Artikelnya....

Kodim 0911/Nnk Laksanakan Bhakti TNI Terpadu

Ditulis Oleh Penerangan Kodam VI/Tanjungpura
Selasa, 18 November 2008
Nunukan Zoners (18/11), Komandan Kodim (Dandim) 0911/Nnk Letnan Kolonel Inf Drs. Basri membuka kegiatan Bhakti TNI terpadu yang berlangsung di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kaltim, Senin (17/11). Kegiatan Bhakti TNI terpadu yang dilaksanakan oleh anggota Kodim 0911/Nunukan tersebut akan berlangsung selama satu bulan hingga tanggal 16 Desember mendatang. Dalam sambutan, Dandim 0911/NNK Letkol Inf Drs Basri mengungkapkan, kegiatan ini lebih bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membantu meringankan beban masyarakat Sebatik khususnya yang berada di perbatasan. Dandim juga mengatakan, sebagai bagian dari komponen bangsa, TNI menyadari kondisi kemampuan anggaran pemerintah untuk membangun daerah secara merata dan menyeluruh. Sehingga perlu dicarikan solusi untuk mengatasinya. “Salah satunya yang dinilai masih efektif dan efisien, melalui program Bhakti TNI Terpadu ini,” ujarnya. Kegiatannya Bhakti TNI ini Untuk Mendukung program pemerintah daerah guna mempercepat akselerasi pembangunan sarana dan prasarana, Selain melaksanakan kegiatan Bhakti TNI dalam bentuk fisik serta non fisik, Kodim Nunukan juga menyerahkan bantuan berupa, 3 unit mesin genset berkapasitas 50 KVA. Kegiatan Bhakti TNI fisik oleh anggota Kodim 0911/Nunukan Yakni pembuatan badan jalan 6 x 1000 meter, pembuatan 3 jembatan berkonstruksi kayu berukuran 4 x 6 meter, pembangunan 3 unit rumah genset berukuran 2 x 3 meter dan pemasangan instalasi listrik. Sedangkan program Bhakti TNI nonfisik, dititikberatkan pada penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, penyuluhan kenakalan remaja, narkoba dan kamtibmas, Kedepannya, Kodim 0911/NNK berencana akan bekerja sama dengan Polres Nunukan, muspika setempat dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan dalam pembinaan kepramukaan, penyuluhan pertanian dan pemutaran film perjuangan untuk masyarakat Aji Kuning, serta pengobatan gratis yang ditempatkan di posko Kodim di Aji Kuning. (Penerangan Kodam VI/Tpr)

Baca Lebih Lengkap Artikelnya....

Sejarah Terbentuknya Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur

Kabupaten Nunukan adalah salah satu Kabupaten di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di kota Nunukan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 14.493 km² dan berpenduduk sebanyak 109.527 jiwa (2004). Motto Kabupaten Nunukan adalah "Penekindidebaya" yang artinya "Membangun Daerah" yang berasal dari bahasa suku Tidung. Nunukan juga adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.

Kabupaten Nunukan merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Bulungan, yang terbentuk berdasarkan pertimbangan luas wilyah, peningkatan pembangunan, dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Pemekaran Kabupaten bulungan ini di pelopori oleh RA Besing yang pada saat itu menjabat sebagai Bupati Bulungan.

Pada tahun 1999, pemerintah pusat memberlakukan otonomi daerah dengan didasari Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Nah, dgn dasar inilah dilakukan pemekaran pada Kabupaten Bulungan menjadi 2 kabupaten baru lainnya yaitu Kabupaten Nunukan dan kabupaten Malinau.

Pemekaran Kabupaten ini secara hukum diatur dalam UU Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat, dan Kota Bontang pada tanggal 4 Oktober 1999. Dan dengan dasar UU Nomor 47 tahun 1999 tersebut Nunukan Resmi menjadi Kabupaten dengan dibantu 5 wilayah administratif yakni Kecamatan Lumbis, Sembakung, Nunukan, Sebatik dan Krayan.

Nunukan terletak pada 3° 30` 00" sampai 4° 24` 55" Lintang Utara dan 115° 22` 30" sampai 118° 44` 54" Bujur Timur.

Adapun batas Kabupaten Nunukan adalah:
- Utara; dengan negara Malaysia Timur, Sabah.
- Timur; dengan Laut Sulawesi.
- Selatan; dengan Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau.
- Barat; dengan Negara Malaysia Timur, Serawak

Kata Mutiara Hari Ini

Hidup bukan hidup, mati bukan juga mati, hidup adalah mati, mati adalah hidup, hidup bukan sekedar kematian, hidup adalah sensasi dari kematian, mati bukan sekedar kematian, mati adalah sensasi dari kehidupan, kematian dan kehidupan hanyalah sebuah sensasi dalam suasana ketidaknyataan....

Info Visitor